Fisioterapi Hemiplegia dan Hemiparese Pasca Stroke
![]() |
| Hemiparese dan Hemiplegia Sumber Foto : tempo.co |
dwiheryanto.com - Pasien Pasca serangan Stroke biasanya mengalami kelemahan atau kelumpuhan di satu sisi tubuh atau kedua sisi tubuh. Stroke terjadi akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak.
kelemahan / kelumpuhan anggota tubuh sisi kiri disebabkan oleh penyumbatan / pendarahan otak sisi kanan, otak sisi ini mengendalikan prilaku nonverbal dan pengenalan wajah. Sebaliknya kelemahan / kelumpuhan anggota tubuh sebelah kanan disebabkan oleh penyumbatan / pendarahan otak sisi kiri yang mengendalikan bahasa dan inggatan sehingga itulah pasien stroke sebelah kanan akan menyebabkan gangguan bicara pada pasien.
Kali ini kami akan menjelaskan perbedaan hemiparese dan hemiplegia dan cara penangganan yang tepat untuk Pasien Stroke.
Hemiplegia
Hemiplegia merupakan kelumpuhan anggota tubuh satu sisi (anggota tubuh kanan/kiri) Pasca Stroke akibat dari penyumbatan atau pecah pembulu darah otak sisi kiri/kanan. Kelumpuhan ini biasa di diangnosa sebagai hemiplegia dextra (kelumpuhan kanan) dan hemiplegia sinistra (kelumpuhan kiri). Hemiplegia dapat menyebabkan terjadinya spastisitas otot, atrofi otot rasa sakit terutama pada sendi bahu dan kejang.
Hemiparese
Hemiparese merupakan kelemahan otot anggota tubuh satu sisi (kiri/kanan) akibat dari penyumbatan atau pecah pembuluh darah otak. Hemiparese dextra (kelemahan otot anggota tubuh sisi kanan) biasnya diikuti kelemahan otot-otot wajah sehingga mengakibatkan gangguan berbicara. Hemiparese dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan, kesulitan berjalan dan menggenggam benda serta terggangunya koordinasi.
Terapi latihan untuk penderita hemiplegia dan hemiparese dapat membantu Pasien untuk kembali lagi beraktifitas mandiri dengan bantuan Fisioterapi. Berikut beberapa teknik latiha untuk penderita pasca stroke.
1. Latihan ROM ( Range Of Montion )
Latihan Range Of Montion membantu pasien melatih anggota gerak sendi agar dapat bergerak kembali seperti semula. Latihan ini juga berguna untuk mencegah kekakuan sendi dan pemendekan otot anggota tubuh yang lemah/lumpuh. Tingkatan dan cara melatih pasien tergantung dari nilai otot apakah otot dapat bergerak sendiri tanpa bantu atau harus digerakan orang lain (pasif).
2. Pelatihan Fleksibilitas
Pelatihan fleksibilitas berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengembalikan keseimbangan dan kordinasi tubuh yang hilang pasca serangan stroke. Pelatihan ini baik bila diikuti latihan kekuatan guna menggembalikan otot-otot postur pasca stroke.
3. Motor Imagery (IM)
Latihan ini berguna untuk memperbaiki gerakan lengan pada pasien hemiparese. Selama latihan Motor Imagery Pasien pasca stroke atau hemiparese diminta untuk membayangkan dirinya menggunakan / mengerakan bagian yang lemah seperti menggangkat lengan atau menggengam. Menurut penelitian latihan ini dapat berguna dalam membantu pasien berjalan.
Latihan diatas dapat kamu lakukan dengan bimbingan Fisioterapist untuk menggurangi pola gerak dan fungsi yang salah.
Terapi latihan untuk penderita hemiplegia dan hemiparese dapat membantu Pasien untuk kembali lagi beraktifitas mandiri dengan bantuan Fisioterapi. Berikut beberapa teknik latiha untuk penderita pasca stroke.
1. Latihan ROM ( Range Of Montion )
Latihan Range Of Montion membantu pasien melatih anggota gerak sendi agar dapat bergerak kembali seperti semula. Latihan ini juga berguna untuk mencegah kekakuan sendi dan pemendekan otot anggota tubuh yang lemah/lumpuh. Tingkatan dan cara melatih pasien tergantung dari nilai otot apakah otot dapat bergerak sendiri tanpa bantu atau harus digerakan orang lain (pasif).
2. Pelatihan Fleksibilitas
Pelatihan fleksibilitas berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengembalikan keseimbangan dan kordinasi tubuh yang hilang pasca serangan stroke. Pelatihan ini baik bila diikuti latihan kekuatan guna menggembalikan otot-otot postur pasca stroke.
3. Motor Imagery (IM)
Latihan ini berguna untuk memperbaiki gerakan lengan pada pasien hemiparese. Selama latihan Motor Imagery Pasien pasca stroke atau hemiparese diminta untuk membayangkan dirinya menggunakan / mengerakan bagian yang lemah seperti menggangkat lengan atau menggengam. Menurut penelitian latihan ini dapat berguna dalam membantu pasien berjalan.
Latihan diatas dapat kamu lakukan dengan bimbingan Fisioterapist untuk menggurangi pola gerak dan fungsi yang salah.
